Tampilkan postingan dengan label Master Chin Kung Bercerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Master Chin Kung Bercerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2014

Bos Yang Bertumimbal Lahir Menjadi Anak Pembantunya



Master Chin Kung Bercerita

Bos Yang Bertumimbal Lahir Menjadi Anak Pembantunya

Pada waktu dulu, ketika saya memberikan ceramah di Taipei, ada seorang Upasaka Wu, penduduk Ningbo, pernah berbisnis di Shanghai, di masa tuanya dia belajar Ajaran Buddha. Dia memberitahukan kepadaku sebuah kisah nyata, yang terjadi di Shanghai. Dia memiliki seorang teman yang juga pebisnis, pada saat sebelum  terjadinya Perang Dunia Kedua, dia menjadi pembantu orang Jerman. Temannya ini orangnya sangat jujur dan tulus, menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, maka itu pedagang Jerman ini sangat menyukainya.

Setelah Perang Dunia Kedua meletus, pebisnis Jerman ini pulang kembali ke negaranya, dan meminta agar pembantunya ini melanjutkan bisnisnya, ternyata dibawah kelola temannya, bisnis ini maju pesat. Setelah  perang selesai, bosnya juga tidak balik, kabarnya sudah meninggal dunia, akhirnya seluruh harta benda jadi milik si pembantu, tentu saja ini bukan diperoleh dengan niat jahat, tetapi oleh karena si pemilik sudah wafat.

Kemudian dia mempunyai seorang anak, ketika putranya itu berusia sekitar 11 – 12 tahun, saat itu si pembantu telah berusia 50 tahun, di dalam sebuah jamuan pesta, mendadak  dia melihat wajah putranya itu seperti wajah bosnya orang Jerman itu (hanya dia seorang saja yang melihatnya). Saat itu si pembantu telah belajar Ajaran Buddha,  dia segera berpikir bahwa putranya ini mungkin adalah tumimbal lahir dari bosnya, maka itu dia segera mengumumkan bahwa seluruh hartanya diwariskan kepada putranya, ini adalah cara yang pintar.

Ada lagi pernah suatu kali, putranya ini membawa sepuluh keping uang (pada jaman tersebut ini merupakan nilai yang sangat besar), dan jatuh ke lantai, teman ayahnya membantunya mengutip uang tersebut dan berkata pada anak tersebut : “Panggil dulu saya paman, baru kukembalikan uang ini kepadamu”.

Tetapi apa jawaban si anak? “Anda juga panggil dulu saya paman, nanti saya berikan lagi sepuluh keping uang kepadamu”.

Ini menjelaskan adanya tumimbal lahir, tagih hutang, bayar hutang, balas budi, balas dendam, ini adalah benar adanya. Buddha membabarkan bahwa ayah dan anak memiliki empat jalinan jodoh, yang datang balas budi akan menjadi anak dan cucu berbakti; yang datang balas dendam adalah karena pada masa kehidupan lampau pernah menjalin permusuhan, anak cucu ini akan membuat keluargamu hancur berantakan; yang datang tagih hutang, contohnya seperti putra si pembantu itu; ada satu lagi yang datang membayar hutang, oleh karena itu, dapat menjadi satu keluarga tak terpisahkan dari empat jenis jalinan jodoh. Tentu saja karena sudah datang, kita harus tahu mengalihkannya, mengubah jodoh buruk menjadi jodoh Dharma.



老闆投胎做兒子

我早年在台北講經,有一位鄔老居士是寧波人,過去在上海做生意,晚年學佛。他告訴我一件真實的故事,發生在上海,他的一個朋友也是生意人,在二次大戰之前,為一個德國人做小工。他的朋友很誠實,很守信用,做事很勤快,所以德國商人很喜歡他。二次大戰爆發之後,德國商人回國了,把公司託給他的朋友經營,他經營得不錯。戰後,老闆沒有回來,聽說已經死了,結果財產就變成他朋友的,當然這不是霸佔來的,而是因為主人死了,自然變成他的。

他有一個小孩,約十一、二歲,那年他過五十歲生日,在宴客當中,他突然之間,看到小孩的面貌像德國主人(只有他一個人看到)。這時他已經學佛了,曉得這可能是主人投胎到他家,做他兒子,所以,當時他就宣布財產全部給兒子,這是非常聰明的做法。

還曾經有一次,這個小孩身上帶了十塊錢(當時十塊錢很大),掉在地上,他父親的朋友把錢撿起來說:「你叫我一聲伯伯,我把錢還給你。」小孩反說:「你叫我一聲伯伯,我再給你十塊錢。」

這是說明人死投胎,討債、還債、報恩、報怨是真的,一點不假。佛講父子有四種緣,報恩來的是孝子賢孫;報怨來的是過去有仇恨、有過節,會搞得你家破人亡;討債來的,就像鄔老居士朋友的兒子;還有一種是還債來的,因此,凡是成為一家人不外乎這四種緣。但既然來了,我們要懂得轉變,把孽緣轉變成法緣。(節錄自《無量壽經菁華》02-18



Senin, 02 Desember 2013

Jelmaan asli takkan membongkar identitasnya, yang terbongkar itu bukanlah jelmaan asli



Master Chin Kung Bercerita


Jelmaan asli takkan membongkar identitasnya, yang terbongkar itu bukanlah jelmaan asli

Buddha dan Bodhisattva menjelma ke dunia ini, takkan membocorkan identitasnya sendiri, begitu identitasNya terbongkar, langsung meninggal dunia; sebaliknya jika identitasnya terbongkar dan masih belum pergi, ini pasti bukan jelmaan Buddha atau Bodhisattva.

Contohnya Master Yongming Yanshou yang merupakan jelmaan dari Buddha Amitabha, begitu identitasNya terbongkar Beliau segera memasuki ketidakkekalan, ini adalah kejadian nyata. Kaisar yang berkuasa pada masa itu adalah seorang umat Buddha yang taat, kaisar berniat mempersembahkan dana makanan kepada seluruh anggota Sangha untuk memupuk berkah. Walaupun kaisar berniat mengadakan persembahan secara adil merata, tetapi beliau tetap berharap pada hari perjamuan ada seorang Maha Bhiksu yang penuh kewibawaan duduk di kursi utama.

Hari perjamuan makan tiba, para Bhiksu senior saling mengalah dan saling mempersilahkan untuk duduk di kursi utama, tiba-tiba muncul seorang Bhiksu asing yang tidak dikenal, tanpa basa-basi langsung duduk di kursi utama. Oleh karena ini adalah pesamuan yang adil merata, maka kaisar juga tidak enak untuk menegurnya.

Setelah selesai menikmati jamuan makan, kaisar bertanya pada Master Yongming Yanshou : “Hari ini saya mempersembahkan dana makanan kepada anggota Sangha, apakah ada orang suci yang hadir?”  

Master Yongming Yanshou menjawab : “Ada!

Kaisar bertanya lagi : “Yang mana?”

Master Yongming Yanshou menjawab : “Buddha dari masa lalu yakni Buddha Dipankara hari ini datang menerima persembahan dana makanan”.

Mendengar ucapan ini kaisar jadi kegirangan “ “Yang mana orangnya?”

Master Yongming Yanshou menjawab : “Yakni Bhiksu yang tidak dikenal dan tanpa dipersilahkan langsung duduk  di kursi utama”.

Begitu mendengar ucapan ini, kaisar langsung mengutus pengawal ke seluruh pelosok negeri untuk mencari Bhiksu yang dimaksud, akhirnya para pengawal berhasil menemukan Bhiksu tersebut di dalam sebuah gua gunung, tidak ada yang tahu siapa namanya, karena daun telinganya begitu lebar, maka itu mereka menyebutnya sebagai “Bhiksu Telinga Besar”. Para pencari ini tahu bahwa Bhiksu itu adalah jelmaan Buddha Dipankara, maka itu mereka bersujud dengan penuh hormat. Tetapi kemudian Bhiksu ini berkata : “Buddha Amitabha memang banyak mulut!” Selesai berkata, dengan duduk bersila Beliau memasuki ketidakkekalan, ini adalah begitu identitas terbongkar, maka segera memasuki ketidakkekalan.

Begitu mendengar kalimat “Buddha Amitabha banyak mulut”, mereka jadi yakin bahwa  Master Yongming Yanshou pasti adalah jelmaan dari Buddha Amitabha. Tidak masalah Buddha Dipankara telah pergi, masih ada Buddha Amitabha di dalam istana, karena itu mereka tergesa-gesa pulang ke istana untuk memberitahukan kabar ini kepada kaisar.  Kaisar yang baru mengetahui bahwa Master Yongming Yanshou adalah jelmaan Buddha Amitabha, merasa amat bersukacita, segera mempersiapkan diri untuk menemui Master Yongming Yanshou dan melakukan namaskara pada Beliau, tetapi tak terduga pada saat itu ada seorang pengawal yang datang dengan tergesa-gesa memberi laporan bahwa Master Yongming Yanshou telah wafat.

Selama perkembangan Ajaran Buddha dua atau tiga ribu tahun ini, sudah berapa banyak para Buddha dan Bodhisattva yang menjelma ke dunia ini, begitu identitas Mereka terbongkar, tidak ada yang tidak segera memasuki ketidakkekalan, inilah kenyataannya; sebaliknya jika identitas telah terbongkar namun tidak pergi, ini adalah penipuan. Maka itu, ketika saya mendengar di Amerika ada orang yang berkata bahwa si A adalah jelmaan Buddha atau Bodhisattva yang datang ke dunia ini, tetapi setelah identitasnya terbongkar dan masih tidak pergi, ini sungguh aneh!

Aturan yang berlaku dalam Ajaran Buddha adalah begitu identitas terbongkar maka segera memasuki ketidakkekalan, barulah kita percaya bahwa itu adalah jelmaan asli; ketika identitas terbongkar tetapi masih tidak pergi, itu adalah penipuan. “Jelmaan asli takkan membongkar identitasnya, yang terbongkar itu bukanlah jelmaan asli”, jika identitas terbongkar masih tidak pergi, maka itu bukanlah jelmaan asli. Para Buddha dan Bodhisattva serta para guru sesepuh dan praktisi senior, mereka akan menjelma dengan cara sedemikian, sehingga orang lain tidak bisa melakukan penyamaran, kita harus memahami hal ini.  




  

真人不露相,露相非真人

佛菩薩示現在世間,絕對不會暴露身分,身分一暴露,立刻入滅;身分暴露還不走就是招搖撞騙,絕非諸佛菩薩應現。

譬如永明延壽大師,他是阿彌陀佛再來,但他身分一暴露,即刻入滅,這是事實。當時的國王是虔誠的佛教徒,發心設無遮大會,平等供養齋僧以修福。雖然是平等供養,首席還是以有德望的老和尚為上座,老和尚們正在彼此謙讓時,突然來了一位不認識的和尚,好不客氣的就坐在了首座的位子上。因為這是平等法會,國王也不好講話,於是大家就這麼坐下來吃飯。

用齋畢,國王就問永明延壽大師:「我今天齋僧,有沒有聖人來應供?」

永明大師講:「有。」

他說:「什麼人?」

他回答:「燃燈古佛今天來應供。」

國王高興得不得了,說:「是哪一位?」

他說:「就是坐在首座的那位邋遢和尚。」

國王一聽,趕緊派人四處打聽,最後在山洞裡找到了老和尚,誰也不知道他叫什麼名字,因為他的耳朵長得很大,於是就稱他作「大耳朵和尚」。找的人曉得他是燃燈古佛,所以磕頭作揖後,恭恭敬敬。但他說了一句話:「彌陀饒舌!」說完就坐化了,這就是身分已暴露,所以坐化入滅了。

大家一聽,「彌陀饒舌」,那永明延壽大師一定是阿彌陀佛再來。燃燈古佛走了,阿彌陀佛還在家,就趕緊返回去向國王報告。國王方才曉得永明延壽大師是阿彌陀佛的化身,歡喜得不得了,立刻要前往拜見永明大師,這時正好有人匆匆忙忙來報信,幾乎跟國王撞了一跤,他報告國王說,永明大師圓寂了。

我們縱觀佛教兩、三千年來,多少佛菩薩應現於世間,一旦身分暴露了,無不是即刻入滅,這是真的;身分暴露了還不走,就是騙人的。所以,我在美國聽說,這個人是什麼菩薩再來的,那個人是什麼佛再來的,說了又不走,很奇怪!佛門的規矩是身分暴露一定要走,我們才相信是真的;身分暴露還不走,肯定是假的,欺騙世人。「真人不露相,露相非真人」,露相不走不是真人。諸佛菩薩、祖師大德如是示現,讓那些冒充的人不得其便,我們要了解。(節錄自《阿難問事佛吉凶經》15-14-20



Minggu, 01 Desember 2013

Jelmaan Asli Takkan Membocorkan Identitasnya



Master Chin Kung Bercerita

Jelmaan Asli Takkan Membocorkan Identitasnya

Di luar negeri terutama Amerika, sering terdengar bahwa ada Bhiksu, praktisi senior atau rinpoche, yang mengaku bahwa dirinya sendiri adalah jelmaan  Buddha atau Bodhisattva. Umat datang bertanya padaku, apakah ini jelmaan asli atau palsu?  Sesungguhnya mereka telah bertanya pada orang yang salah, mana mungkin saya bisa mengetahuinya? Andaikata saya bisa mengetahuinya, bukankah saya telah mencapai KeBuddhaan? Saya sendiri saja belum mencapai KeBuddhaan, bagaimana mungkin saya bisa mengetahui orang itu adalah Buddha atau bukan! Saya juga bukan jelmaan Bodhisattva, jadi bagaimana mungkin saya bisa mengetahui orang itu adalah Bodhisattva atau bukan!

Maka itu kabar ini telah menghanyutkan banyak praktisi, terutama mereka yang baru mengenal Ajaran Buddha. Jujur saja bukan hanya praktisi baru yang dapat terlena, bahkan praktisi senior juga disesatkannya. Walaupun kita tidak tahu apakah jelmaan itu adalah asli atau palsu, tetapi di dalam sutra Buddha ada dijelaskan bahwa Buddha dan Bodhisattva yang menjelma ke dunia ini memang banyak jumlahnya, terutama ketika para makhluk sedang mengalami penderitaan yang besar, para Buddha dan Bodhisattva menjelma ke dunia ini, membaur di dalam masyarakat,  tidak memiliki jelmaan yang tetap. Seperti yang tercantum dalam “Saddharma Pundarika Sutra  Bab Pintu Universal Bodhisattva Avalokitesvara”,  di mana dikatakan bahwa Bodhisattva Avalokitesvara memiliki 32 jelmaan, dengan jelmaan apa sehingga makhluk tersebut dapat terselamatkan, maka Bodhisattva Avalokitesvara akan menjelma dalam jelmaan tersebut, maka itu baik pria wanita, tua atau muda, dalam setiap bidang pekerjaan terdapat jelmaan Buddha atau Bodhisattva.

Tetapi ada satu prinsip yakni Beliau takkan membocorkan identitasNya; jika identitasNya terbongkar maka Dia segera pergi, takkan bertahan di dunia ini. Kita dapat melihatnya di dalam sejarah, begitu identitasNya terbongkar maka segera pergi, maka ini adalah jelmaan asli, sebaliknya jika identitasnya terbongkar, tetapi masih tidak pergi, ini tidak sesuai dengan ajaran yang tertera dalam sutra, maka kemungkinan itu adalah jelmaan palsu. Jika bukan asli maka adalah memalsukan Buddha dan Bodhisattva, mengapa dia mau menyamar? Tiada lain untuk menipu orang banyak, untuk memperoleh ketenaran dan keuntungan. Setelah kita memahami hal ini maka takkan mudah ditipu.

Kita mengetahui bahwa Master Yin Guang, adalah jelmaan dari Bodhisattva Mahasthamaprapta, dalam keseharian tindakannya sama dengan orang biasa. Tetapi ketika melihat pelatihan dirinya dan dalam mengajari orang banyak, adalah   serupa dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Sutra Surangama “Bab Bodhisattva Mahasthamaprapta Melafal Nama Buddha Secara Sempurna Tanpa Rintangan”.

Ada sebuah kisah yang terjadi pada waktu empat tahun sebelum Master Yin Guang wafat,  yang dibeberkan oleh salah seorang umat. Pada waktu itu umat ini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, dia pernah bermimpi, dalam mimpinya dia bertemu dengan Bodhisattva Avalokitesvara (gadis ini belum pernah belajar dan tidak percaya pada Ajaran Buddha),  tetapi walaupun belum pernah mengenal Ajaran Buddha, sebagian orang pasti mengenal Bodhisattva Avalokitesvara berjubah putih.  Bodhisattva Avalokitesvara mengatakan padanya : “Bodhisattva Mahasthamaprapta sedang berada di Shanghai dan memberikan ceramah Dharma, cepatlah pergi mendengar ceramahNya”.

Gadis itu bertanya : “Yang mana Bodhisattva Mahasthamaprapta itu?”

Bodhisattva Avalokitesvara menjawab : “Master Yin Guang!”

Kemudian mereka sekeluarga pergi menemui Master Yin Guang, menceritakan kejadian yang ada di dalam mimpi, tetapi malah dimarahi oleh Master Yin Guang, yang mengatakan bahwa gadis itu hanya ingin menghembus kabar angin dan menyesatkan orang banyak, dan tidak memperbolehkan gadis itu untuk mengungkit hal ini lagi, jika gadis ini tidak menurut, maka tidak diperbolehkan datang lagi,  gadis itu merasa amat takut dan tidak berani mengatakan kejadian ini lagi. Empat tahun kemudian, setelah Master Yin Guang wafat, barulah dia berani membeberkan hal ini, maka itu, jelmaan asli takkan membongkar identitasnya sendiri, jika identitasnya terbongkar tetapi tidak pergi, itu pasti bermasalah, kita harus hati-hati dan mawas diri.  
  



Sabtu, 30 November 2013

Bersukacita Menerima Kritikan



Master Chin Kung Bercerita

Bersukacita Menerima Kritikan

Diantara para kaisar dalam sejarah Tiongkok, kita tidak bisa tidak memuji Kaisar Tang Taizong. Kemampuan beliau dalam memerintah sehingga mensejahterakan rakyatnya, menjadi pujian bagi masyarakat pada masa itu, semua ini dikarenakan kaisar bersukacita mendengar kritikan yang dilontarkan terhadapnya dan bersungguh-sungguh  melakukan introspeksi diri, kemudian mengubahnya, ini merupakan sesuatu yang langka dari seorang kaisar.

Dari riwayat hidup  Kaisar Tang Taizong dapat dilihat para pejabat yang dekat dengannya, ketika mendengar ada kritikan yang tidak benar yang ditujukan kepada kaisar, maka mereka akan berkata pada kaisar : “Kritikan ini tidak benar,  orang ini harus dihukum”.

Tetapi  Kaisar Tang Taizong malah berkata : “Tidak boleh!

Para pejabat bertanya : “Mengapa?

Kaisar menjawab : “Jika saya menghukum orang ini, maka selanjutnya takkan ada lagi orang yang berani mengungkapkan kesalahanku lagi”.

Maka itu bila kaisar melakukan kesalahan, anda mengkritiknya, beliau takkan menyalahkanmu, sebaliknya dia akan berterimakasih; sebaliknya jika kaisar tidak melakukan kesalahan, namun anda tetap bersikeras menganggap bahwa beliau telah bersalah, maka kaisar juga akan memaafkan anda, takkan menyalahkan anda.

    Kaisar Tang Taizong telah membiarkan rakyatnya berani menunjukkan kesalahan di hadapannya, sehingga menjadi bahan introspeksi diri dan memperbaiki  ke arah yang benar. Maka itu, keberhasilan seseorang itu bukan terjadi secara tiba-tiba, barulah sejarah mencatatnya sebagai “zaman keemasan bagi Tiongkok dan teladan untuk semua kaisar di masa depan”. Diantara para kaisar yang berbudi luhur, tidak ada yang dapat sebanding dengannya, ini sungguh sulit diperoleh.

Kita harus belajar menerima kritikan dari insan lain, dan berani memperbaiki diri ke arah yang benar. Walaupun orang lain salah paham pada diri kita, kritikannya salah, juga jangan menyalahkannya, tidak perlu mengadakan perdebatan. Sikap kita seharusnya “jika memang bersalah maka diperbaiki, jika tidak ada maka tingkatkan mawas diri”, segalanya diterima dengan sukacita. Terutama dalam bersumbangsih pada masyarakat, haruslah berlapang hati, barulah kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna.




歡喜接受批評

中國歷代帝王,我們不能不佩服唐太宗。唐太宗能將國家治理好,為當時、後人所景仰、讚歎,就是他歡喜聽別人說他的過失,樂意接受批評,認真反省,檢點改過,這是帝王當中非常難得的。我們在傳記裡面看到,親近他的這些大臣,聽到有人對皇帝的批評是錯誤的,就跟唐太宗說:「他這個指責是錯誤的,應當要受懲罰。」唐太宗說:「不可以。」大臣問:「為什麼?」他說:「如果我懲罰這個人,以後就沒有人敢在我面前說我的過失了。」所以,他真有過失,你指責他,他感謝你;他沒有過失,你偏說他有過失,他也能包容你,不責備你。他讓天下人都敢在他的面前說他的過失,以此做為借鏡,改過自新。因此,一代偉人的成就不是偶然的,歷史上才會有「貞觀之治」。古聖先王之中,沒有人能與他相比,這一點實在非常難得。

我們要學習接受別人的批評,勇於改過。別人縱然誤會我們,說錯了,也不以為怪,不必計較,也不必爭論。我們自己的態度,所謂「有則改之,無則加勉」,統統歡喜接受。特別是為社會大眾服務,一定要有這樣的胸懷,我們才能把工作做得圓滿。(節錄自《華嚴經》12-17-0034



Senin, 25 November 2013

Menanam Benih Baik Menghasilkan Buah Yang Baik



Master Chin Kung Bercerita

Menanam Benih Baik Menghasilkan Buah Yang Baik

Di kalangan Buddhisme sering kita dengar bahwa menanam benih baik akan menghasilkan buah yang baik, menciptakan karma jelek pasti memperoleh balasan penderitaan. Pada masa Dinasti Song terdapat kisah mengenai Wei Zhong-da, banyak orang yang mengetahui kisah ini. Masa kini orang menganggap kejadian ini tidak masuk akal dan hanya kepercayaan belaka, tidak tahu bahwa ini adalah nyata dan bukan palsu.

Ketika Wei Zhong-da berusia 30 tahun, dia ditangkap petugas neraka, Raja Yama memerintahkan hakim untuk memeriksa kebajikan dan kejahatan yang diperbuatnya selama hidup di dunia, buku-buku catatan dosa-dosanya memenuhi ruangan aula tersebut, sedangkan perbuatan baiknya hanya selembar kertas saja. Melihat keadaan ini  Wei Zhong-da merasa heran, dan bertanya pada Raja Yama : “Usiaku masih muda, walaupun melakukan dosa, tapi mana mungkin ada  sebanyak ini?”

Raja Yama menjawab : “Dosa itu  belum tentu harus diwujudkan dalam tindakan nyata, asalkan timbul niat pikiran, setan malaikat segera mencatatnya, maka itu lihatlah buku catatan dosamu bertumpuk-tumpuk tersusun di sana”.

Kemudian dia bertanya lagi : “Perbuatan baikku begitu sedikit, bolehkah saya tahu hal yang mana itu?”

Raja Yama memberitahukan padanya : ”Ketika kaisar hendak membangun sebuah proyek, proyek ini akan membuat rakyat menderita dan menghambur-hamburkan uang rakyat, pada waktu itu anda memberi anjuran pada kaisar untuk membatalkan proyek tersebut, inilah satu-satunya kebajikan yang anda miliki”.

 Wei Zhong-da berkata : “Walaupun saya menasehati kaisar, tetapi proyek itu tetap dilanjutkan”.

Raja Yama berkata : “Andaikata anda berhasil menasehati kaisar untuk membatalkan proyek tersebut, maka jasa kebajikan anda tentunya amat besar. Walaupun pada akhirnya kaisar tidak sudi menuruti perkataanmu, namun niat tulus anda yang memikirkan kepentingan rakyat banyak, betapa berharganya sebersit niat tulus ini!” Selanjutnya Raja Yama meminta hakim untuk menimbang berat buku perbuatan baik dan buku perbuatan jahatnya, akhirnya bobot kebajikannya lebih berat daripada kejahatannya.

Dari kisah ini kita dapat mengetahui, sebuah niat tulus demi kepentingan para makhluk dan bukan demi kepentingan diri sendiri, adalah kebajikan murni. Walaupun demi orang lain, jika tujuan yang sebenarnya adalah untuk diri sendiri, ini adalah kejahatan. Contohnya, anda berbuat banyak kebajikan, namun tujuan akhirnya adalah untuk diri sendiri, tak terpisah dari ketenaran dan keuntungan. Marilah kita melakukan introspeksi diri, melihat kembali pada pemikiran serta tindakan diri sendiri, perbuatan apa yang saya lakukan sepanjang hari ini? Jika perbuatan jahat lebih banyak daripada perbuatan baik, maka saya telah melalui hari ini dengan sia-sia; sebaliknya jika perbuatan baik lebih banyak daripada perbuatan jahat maka saya tidak sia-sia melewati hari ini.

Tujuan manusia hidup di dunia ini adalah seperti yang Buddha katakan, kita datang ke dunia ini untuk menerima buah karma masing-masing, ini sungguh kasihan sekali.  Coba pikirkan untuk apa kita datang ke dunia ini? Jika pada kelahiran lampau menciptakan karma baik, maka kelahiran sekarang datang menikmati pahalanya; sebaliknya jika pada kehidupan lampau menciptakan karma jelek maka pada kelahiran kini menjalani penderitaan, inilah yang disebut dengan kehidupan manusia menerima buah karmanya. Ini bukan tujuan hidup manusia, apabila manusia menjadikan hal ini sebagai tujuannya maka sungguh patut dikasihani, pasti akan terpuruk.
    
  



種善因得善果

佛家常講種善因得善果,造惡業一定有惡報。宋朝衛仲達的故事,世人皆知。現在世間人以為這是無稽之談,這是迷信,不知道這是真實不虛。衛仲達三十幾歲被閻羅王抓去,閻羅王命判官查他一生所做的善惡,罪業的簿子擺滿大廳,善事只有一張紙。衛仲達看了這種情形,心裡疑惑,就問閻羅王:「我很年輕,縱然造罪業,哪裡會造這麼多?」

閻羅王告訴他:「罪業不必做出來,只要起心動念,鬼神就有記載,起個惡念就給你寫一筆,所以造惡的簿子擺了一大堆。

他就問:「我那個善事很少,是哪一樁善事?」

閻羅王告訴他:「皇帝要興建一個工程,這個工程勞民傷財,你出於真心,勸告皇帝不要做這個工程,這就是你的奏摺底稿。」

他說:「我雖然勸皇帝,可是工程還是做了。

閻羅王說:「如果皇帝聽了,你的功德就更大。雖然沒有聽,你誠心誠意為民眾,這一念真誠的善心非常可貴。」於是閻羅王吩咐判官把他善惡兩個簿子用秤一秤,結果善重惡輕。

由此可知,起心動念出於真誠,為眾生,絕對沒有私心,不為自己,這是真善。雖然為別人,真正的目的還是為自己,這是惡,不是善。譬如,你做了許多好事,最後的目的是為自己,總不出名聞利養,根源總不離自私自利。我們冷靜反省,檢點自己的思想言行,我這一天造的是什麼業?如果惡業多過善業,我這一天就空過了;善業多過惡業,我這一天沒有白過。人生的目的如果真像佛所講的酬業,就太可悲了。佛說「人生酬業」是從總體上講的,說明六道眾生為什麼捨身受生。這一句話說得沒錯,人生的目的與意義要靠自己去建立。我們想想,我這一生到這個世間來幹什麼?過去生中造善業,這一生來享福;過去生中造不善業,這一生來受罪,就是佛所講的「人生酬業」。這不是人生的目的,人生要是以此為目的就可悲了,決定往下墜落。(節錄自《華嚴經》12-17-0419


Kekuatan Karma Sungguh Menakutkan



Master Chin Kung Bercerita

Kekuatan Karma Sungguh Menakutkan

Saat saya baru belajar Ajaran Buddha, Upasaka Zhu Jing-zhou menceritakan sebuah kisah padaku, semua yang beliau ceritakan adalah kisah nyata, kejadian ini tercatat dalam buah karya tulisnya. Pada awal berdirinya Republik Rakyat Cina, yakni sekitar tahun 1912-1928, ada seorang hartawan, dia adalah mantan pejabat pada masa Dinasti Qing, tinggal di Zujie, Shanghai dan memiliki empat selir dan seorang istri. Setelah Dinasti Qing runtuh, dia menetap di Zujie dan melafal Amituofo, serta banyak beramal, semua orang menyebutnya sebagai “Orang Baik”. Beberapa tahun kemudian dia meninggal dunia, setelah meninggal dunia, keempat selirnya sangat merindukan dirinya, maka mencari paranormal, berharap dapat mencari tahu kabar suaminya. Kebetulan pada masa itu ada seorang paranormal orang Perancis, yang dapat mencari  roh orang yang telah meninggal dunia dan kemudian dapat berkomunikasi dengan keluarganya, yakni berbicara dengan merasuki tubuh manusia.  

Paranormal ini menerima bayaran yang sangat mahal, sekali praktek sekitar seribu tael perak, ini merupakan jumlah yang besar sekali, sebagian masyarakat saat itu tidak mampu membayarnya. Setelah melunasi bayaran untuk paranormal, tiga hari kemudian selir-selir hartawan tersebut pergi menemui paranormal  : “Benarkah anda tidak menipu kami?”

Orang Perancis itu menjawab : “Saya tidak membohongi kalian, saya telah mencarinya selama tiga hari, tapi tidak ketemu”. Kemudian berkata lagi : “Begini saja, diantara kerabat dan sanak keluarga kalian, jika ada yang telah meninggal dunia, saya akan bantu mencarinya, untuk membuktikan saya tidak membohongi kalian, saya hanya menerima setengah bayaran”.  

Kebetulan putra sulung keluarga mereka baru meninggal dunia tidak lama,  menantu sulungnya langsung menyahut : “Baiklah,  tolong cari roh suami saya”.

Beberapa jam kemudian paranormal itu berhasil mencari roh putra sulung hartawan, yang merasuki tubuh paranormal itu, suaranya persis suara tuan muda keluarga tersebut. Kemudian mereka menanyakan tentang keadaannya setelah mati dan mulailah mereka berbincang-bincang.

Kemudian mereka bertanya lagi : “Lantas di mana ayahmu berada? Kenapa tidak bisa menemukannya?”

Dia menjawab : “Ayah jatuh ke neraka”.

Mendengar hal ini keluarganya amat terkejut, sepanjang hidupnya hartawan selalu berbuat baik, mengumpulkan kebajikan, beramal, setiap hari bernamaskara dan membaca sutra, kenapa bisa jatuh ke neraka?

Roh putra sulung menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan Dinasti Qing, di wilayah utara sedang dilanda bencana, pihak istana mengutus ayahnya untuk menanggulangi bencana, ayahnya menelan sebagian besar uang penanggulangan bencana tersebut, sehingga para korban bencana tidak memperoleh bantuan yang memadai dan banyak korban yang akhirnya meninggal dunia, maka itu kini ayahnya jatuh ke neraka. Kemudian dia memberitahu bahwa di Shanghai ada beberapa rekan ayahnya yang juga mengetahui kejadian ini. Maka itu para selir hartawan pergi mencari teman-teman lama suaminya itu, mereka pernah ikut terlibat dalam penanggulangan bencana tersebut, memang benar peristiwa itu pernah terjadi.  Tetapi apakah dia pernah menelan uang penanggulangan bencana tersebut, tiada yang mengetahuinya. Kemudian dia juga menyesali perbuatannya itu dan uang hasil korupsinya tersebut dituang ke dalam perbuatan amal, berdana, memperbaiki jalan dan jembatan, setiap hari bernamaskara dan membaca sutra, tetapi tidak dapat menutupi dosa-dosanya, akhirnya tetap harus jatuh ke neraka.

Jadi, kemampuan paranormal Perancis itu hanya bisa mencari roh orang meninggal sampai ke Alam Setan saja, sedangkan Alam Neraka, dia tidak memiliki kemampuan untuk ke sana. Ini serupa dengan yang tercantum dalam Sutra Ksitigarbha bahwa neraka hanya bisa didatangi dua jenis makhluk yaitu yang pertama adalah Bodhisattva yang bertujuan untuk menyelamatkan para makhluk, yang kedua adalah makhluk yang karena perbuatan jahatnya jatuh ke neraka; selain kedua jenis makhluk ini, tiada orang yang dapat menemukan neraka.

Upasaka Zhu Jing-zhou sepanjang hidup banyak menemui kasus sedemikian, beliau berkata bahwa hukum sebab akibat nyata adanya, pasti bukan palsu. Setelah kita mengetahui kebenaran dan kenyataan ini, harus tahu untuk mengendalikan niat pikiran sendiri, jangan berpikir bahwa hanya sebuah niat jahat tidak ada balasan karmanya, ini adalah pemikiran yang salah. Beda karma dalam Aliran Theravada dan Mahayana seperti yang tertera dalam sutra adalah, Aliran Theravada mempermasalahkan perbuatan, jika hanya timbul niat saja tidak terhitung melanggar sila; sedangkan dalam Aliran Mahayana timbul niat saja sudah termasuk melanggar sila, bukan saja berdosa namun juga melanggar sila. Ini harus kita pahami.  






業力可畏

我初學佛時,朱鏡宙老居士給我講了一個故事,所講的都是真實事情,這些事在他的著作裡也有記載。民國初年,有一位財主,在清朝時候做的官不小,住在上海租界裡。他有四個姨太太,加上自己的元配夫人,共有五個太太。清朝亡了之後,他就住在租界念佛,做些慈善事業,大家都稱他「善人」。過了幾年他死了,死了之後,四姨太太非常想念他,就去找通靈的人,希望問問他的狀況。正好有一個法國人通靈,能把過世的人找回來與家親眷屬談話,也就是附在人身上說話。

這個通靈的人收費很高,一次要一千塊銀元,這是一個很大的數字,一般人是付不起的。四姨太太付了錢之後,過了三天還沒有消息,就去找通靈的人:「你是不是騙我?」

法國人說:「我絕對不是騙你,我確實去找,找了三天都找不到。」

然後又說:「你們親戚朋友當中,如果有過世的,我再幫你找一個,證明我不是騙你,我只收一半費用。」

正好他們家的大兒子剛過世不久,大兒媳婦就說:「好,你去幫我找我的先生。」

不到幾個小時找到了,他附在人身上,聲音確實是她的大兒子,一點都沒錯。就問他死後的狀況,他跟家裡人談了。

然後又問他:「你的父親到哪裡去了?怎麼找不到?」

他說:「父親墮地獄了。」

家裡人很吃驚,他一生行善、積德,做好事,天天拜佛念經,怎麼會墮地獄?大兒子說在清朝末年的時候,北方有災難,朝廷命他的父親去賑災,他的父親將賑災的錢挪用了一大部分,所以災民得不到賑款,死了很多人,因此墮地獄。他說現在在上海,還有幾個人知道這件事情。於是四姨太太就去找他先生的老朋友,做過欽差大臣也參與賑災的,發現確有此事。但是究竟他有沒有吞沒災款,就不得而知了。後來他自己於心有愧,將吞沒的那些錢拿去做好事,布施、修橋、鋪路,天天拜佛誦經,仍舊抵不了罪過,還是要墮地獄。

所以,那個法國人的本事,能找到餓鬼道,地獄道就沒有辦法了。這與《地藏經》講的很像,《地藏經》說地獄只有兩種人可以去,一種是菩薩到地獄度眾生,另一種就是有地獄罪業的人;除這兩種人之外,其他人決定見不到地獄。

朱老居士一生親自遇到的這些事情很多,他講業因果報是真實的,決定不是虛妄的。我們懂得這個道理與事實真相,自己起心動念要知道約束,不要認為起個惡念沒有罪,就完全想錯了。大小乘的結罪,經典講得很明白,小乘論事不論心,起心動念不犯戒,不是沒有罪,還是有罪,但是不算犯戒;大乘是起心動念就犯戒,不但有罪又犯戒。這些我們都要明瞭。(節錄自《華嚴經》12-17-0362


Kaisar Shun Menangkap Ikan



Master Chin Kung Bercerita

Kaisar  Shun Menangkap Ikan

Ketika Kaisar Shun masih muda, suatu hari kala berada di kampung halamannya, melihat sekelompok orang menangkap ikan, ada yang muda dan ada yang tua. Wilayah perairan yang banyak ikannya sudah dikuasai oleh kelompok usia muda, kelompok usia tua tidak mampu berebutan dengan anak muda, maka itu mereka mengalah dengan memancing ke wilayah perairan yang lebih jauh dan jarang ikannya. Kaisar Shun yang melihat kejadian ini juga ikut pergi menangkap ikan, sesungguhnya dia tidak bertujuan menangkap ikan, namun dia ingin mempengaruhi dan mengajari kelompok usia muda tersebut.

Di antara kelompok anak muda tersebut juga ada beberapa yang mengalah pada kelompok usia tua, maka itu Kaisar Shun memberi pujian; ada juga yang masih keras kepala, namun kaisar tidak membeberkannya, menyembunyikan kejahatan dan menyebarkan kebajikan. Beberapa tahun kemudian, mereka yang keras kepala telah berhasil dipengaruhinya. Dapat dilihat asalkan menggunakan ketulusan hati, seiring berjalannya waktu, tiada yang tidak berhasil dipengaruhi. Andaikata tidak berhasil mempengaruhi, maka harus bertanya kembali pada diri sendiri, apakah kebijaksanaan yang tidak mencukupi, atau kesabaran yang tidak mencukupi, atau cara kita yang tidak trampil. 

Tidak hanya manusia yang dapat dipengaruhi, bahkan nyamuk dan kutu loncat juga dapat dipengaruhi. Dalam riwayat hidup Master Yin Guan tercantum bahwa tempat tinggal yang dihuni oleh beliau tidak ada nyamuk dan kutu loncat, tetapi ketika orang lain yang menempatinya maka ada. Master Yin Guang tidak pernah melukai nyamuk dan kutu loncat, juga tidak mengusir mereka.  Dan dengan sudut pandang ini, timbul rasa malu, memicu diri untuk lebih giat lagi melatih diri,   pikiran suci dan maitri karuna, dengan moral etika mempengaruhi mereka. Setelah beliau berusia 70 tahun, berhasil mempengaruhi serangga tersebut. Maka itu nyamuk dan kutu loncat saja dapat tergugah, mana mungkin manusia tak dapat tergugah!  


  



舜王捕魚

舜王年輕時,有一次在家鄉看到一群人捕魚,有年輕的、有年老的。魚多的地方都被年輕人佔去了,老人鬥不過年輕人,也不願意爭執,就到比較遠的、魚少的地方去工作。舜看到這種情形,他也去捕魚,實際上他的目的不是捕魚,而是去感化這一群年輕人。年輕人中也有幾位會禮讓老人,他就讚歎;有些橫行霸道,他也不說,隱惡揚善。過了幾年,那些頑固不靈的人都被他感化了。可見只要以真誠心,假以時日,沒有不能感化的。如果不能感化,就要問自己,是否智慧不夠,耐心不夠,方法不夠巧妙。

不要說人能感化,就是蚊蟲、跳蚤也都會被感化。印光法師傳記裡記載,印光法師住的房子裡沒有蚊蟲、跳蚤,即使別人住的時候有,他去住就沒有了。老和尚一生從不傷害蚊蟲、跳蚤,也不把牠們趕走,而是以此為鑑,生慚愧心,精進修學,修清淨心,修慈悲心,以德行來感化。他到七十歲之後,感化了這些小動物。所以,蚊蟲、跳蚤都能受感動,人哪有不受感動之理!(節錄自「金剛般若研習報告」9-23-019


Minggu, 24 November 2013

Kisah Fan Li



Master Chin Kung Bercerita

Kisah Fan Li

Dewa Rejeki yang disembah oleh masyarakat Tiongkok pada umumnya adalah Fan Li, namun berbeda dengan penduduk Taiwan yang menyembah Bodhisattva Sangharama (Guan Gong) dan menganggapNya sebagai Dewa Rejeki, sungguh tidak mengerti alasan apa yang menempatkan mereka menganggap Bodhisattva Sangharama sebagai  Dewa Rejeki. Sedangkan memuja Fan Li sebagai Dewa Rejeki amatlah beralasan.

Pada waktu itu, Fan Li membantu kaisar negeri Yue yang bernama Gou Jian untuk merebut kembali Kerajaan Yue, setelah mereka berhasil merebut kembali tahta kerajaan Yue, Fan Li menyadari bahwa Gou Jian adalah seorang rekan yang bisa berbagi di saat susah namun takkan bisa berbagi di saat makmur, maka itu dia memutuskan untuk pergi berkelana. Sejak itu dia mengubah nama dan marganya, sambil membawa serta kekasihnya, Xi Shi, tinggal di sebuah tempat yang bernama Tao, maka itu dia juga dinamakan Tao Zhu-gong.

Dia berdagang dan memperoleh keuntungan besar,  kemudian dia menyumbangkan seluruh harta bendanya, sejarah mencatat apa yang disebut dengan “tiga kali pengumpulan dan penyebaran”.  Setelah selesai menyebarkan harta bendanya, kemudian dia memulai lagi bisnis dari kecil-kecilan, beberapa tahun kemudian dia kembali meraup keuntungan yang berlimpah, setelah kaya dia membagi-bagikan hartanya lagi, tiga kali dia menyebarkan hartanya keluar. Sebagai buah akibatnya, dia berhasil memperoleh hasil produksi emas sebanyak lima kali, ini sungguh orang yang pintar.

Ada uang saling berbagi, menikmati kemakmuran adil merata, maka orang lain takkan mencelakai dirimu; jika sebaliknya anda memiliki kekayaan tapi dinikmati sendirian, maka ini serupa dengan kata pepatah “Satu keluarga berkecukupan seribu musuh mengintai”, tidak tahu berapa bilah pisau yang sedang mengelilingi dirimu, apakah anda masih dapat melewati hari-hari dengan tentram?

Di dunia ini banyak orang kaya, namun di mataku mereka adalah orang yang patut dikasihani, sudut mana yang patut dikasihani? Karena setiap keluar harus dikawal oleh pengawal pribadi, untuk menghindari dibunuh orang lain. Sebelum menginap di hotel harus diperiksa terlebih dulu, khawatir orang lain menaruh bom, setiap saat selalu merasa was-was, jiwa raga tidak dapat tentram. Tidak seperti kami yang begitu bebas dan leluasa, jalan-jalan di luar tidak ada yang memperhatikan. Maka itu orang berduit tidak menyadari bahwa uang telah mencelakai dirinya, jika dia bersedia menyumbangkan uangnya, bukankah tidak ada masalah sedemikian? Sesungguhnya jika dapat mendanakan harta kekayaan, ke manapun anda pergi, orang lain akan menyambut kedatangan anda dengan penuh sukacita, dan menjaga dirimu, ini baru disebut kebebasan besar. Kenyataannya, setelah meninggal dunia tidak ada yang dapat dibawa serta. Ini adalah orang yang paling kasihan di dunia ini karena dia tidak tercerahkan.






范蠡三聚三散

中國大陸以前拜的財神是范蠡,台灣是拜關公做財神,實在想不出拜關公做財神是什麼道理,拜范蠡做財神很有道理。當時,范蠡幫助越王勾踐復興越國,復興之後,他知道越王勾踐可共患難不能共富貴,所以他就開溜了。從此改名換姓,帶著西施住在陶這個地方,所以也稱為陶朱公。他做生意,發大財,然後把錢財全部布施出去,歷史上記載「三聚三散」。他散財之後,再從小生意做起,過了幾年又發了,發了財馬上就散財,他三次散財,他得的果報是置千金之產五次,這是真正的聰明人。

有錢大家享福,大家都擁護你,不會害你;你有錢自己享福,所謂「一家保暖千家怨」,不曉得多少刀在那裡圍著你,你還會有好日子過嗎?世間許多有錢人,在我眼當中,他們是可憐人,可憐在哪裡?他們外出要有好多保鑣,唯恐別人殺他。住在旅館先要搜查,怕人家放炸彈,提心吊膽,身心不安。哪有我們這麼自在,上街東逛西逛沒人管你。他不知道他被錢害了,如果把錢財布施出去,不就沒事了嗎?果真能散財布施,你走到哪個地方,人家都歡迎、都會照顧,這才是真正大自在。實在講,死了一分錢也帶不去。這是世間最可憐的人,他不覺悟。(節錄自《華嚴經》12-17-0409


Ketulusan Hati Adalah Persembahan Besar



Master Chin Kung Bercerita

Ketulusan Hati Adalah Persembahan Besar

Di dalam “Empat Ajaran Liao Fan” terdapat sebuah kisah, ada seorang gadis yang sangat miskin, dia mempersembahkan dua keping uang yang merupakan harta satu-satunya yang dia miliki kepada Triratna, ketua vihara sendiri yang langsung mengadakan pelimpahan jasa buat dirinya.

Kejadian di dunia senantiasa berubah-ubah, gadis ini kemudian menjadi seorang ratu, suatu hari dia membawa sejumlah dayang istana kembali mengadakan persembahan besar-besaran di vihara tersebut. Tetapi ketua vihara tidak keluar untuk langsung memimpin upacara pelimpahan jasa, hanya mengutus murid-muridnya untuk membaca sutra dan melimpahkan jasa buat sang ratu.

Ratu merasa sangat heran dan bertanya pada ketua vihara : “Waktu lalu saya masih begitu miskin dan berdana hanya dua keping uang, namun anda sendiri yang langsung mengadakan pelimpahan jasa buat diriku; tetapi hari ini saya membawa begitu banyak harta benda buat persembahan, mengapa anda malah mengutus murid anda untuk mengadakan pelimpahan jasa?”

Ketua vihara menjawab : “Ini dikarenakan pada masa lalu dua keping uang tersebut merupakan satu-satunya harta yang anda punyai, anda memiliki hati yang amat tulus, maka itu saya harus langsung mengadakan pelimpahan jasa buat anda; hari ini anda telah menjadi ratu, memiliki harta kekayaan yang berlimpah, persembahan yang anda bawa hari ini hanyalah sebagian kecil dari jumlah harta yang anda miliki, maka itu cukup mengutus muridku untuk melakukan pelimpahan jasa buat anda”.  

Saat seseorang tidak memiliki harta kekayaan takkan timbul ketamakan, sebaliknya semakin banyak harta yang dimiliki maka semakin serakah. Yang melakukan kebajikan kebanyakan adalah orang yang tidak mampu, sedangkan orang kaya dalam berbuat kebajikan  selalu memandang dari sudut yang bisa menguntungkan dirinya sendiri, barulah dia sudi melakukannya.

Sebagian orang walaupun penghasilannya tipis, namun mereka ikhlas berdana dan berbuat kebajikan, sampai setetes persembahan tersebut merupakan harta satu-satunya yang mereka miliki. Para praktisi yang berasal dari Tiongkok, mereka rela mendanakan ratusan dollar, mungkin saja jumlah ini merupakan gaji mereka sebulan, persembahan ini memiliki berkah yang besar . Sebaliknya banyak orang Singapura yang sebulan berpenghasilan ratusan ribu dollar, namun sedollar pun enggan didanakan, walaupun mereka sudi mengeluarkan ratusan ribu dollar untuk berbuat kebajikan, juga tak sebanding dengan jasa kebajikan para praktisi di Tiongkok yang hanya mendanakan ratusan dollar.

Praktisi sekalian, perlulah diketahui bahwa besar kecilnya jasa kebajikan dari berdana itu bukan dinilai dari besar kecilnya jumlah uang yang dikeluarkan. Dalam sutra tertera, siapa yang dapat memperoleh jasa kebajikan sempurna? Pengemis. Dia tidak mempunyai apa-apa, hari ini orang memberinya dua keping uang, dia mempersembahkan dua keping ini kepada Buddha, itu adalah satu-satunya harta yang dia miliki! Ini adalah jasa kebajikan sempurna.

Ilmu pengetahuan duniawi dan Buddha Dharma tidaklah serupa, maka itu jangan berpikir bahwa kita hidup susah jadi tidak dapat mengumpulkan berkah, sesungguhnya berkah yang diperoleh oleh orang miskin lebih besar daripada konglomerat. Konglomerat juga bukan setiap kelahirannya dapat menjadi orang kaya, demikian juga orang miskin tidak setiap kelahirannya menjadi orang miskin. Maka itu orang kaya dapat menjadi miskin dan sebaliknya orang miskin juga dapat berubah menjadi kaya, garis hidup dapat beralih.              








三、心地真誠便是大供養

《了凡四訓》中有一則故事,有一個很窮困的女子,她將自己僅有的兩文錢供養三寶,方丈和尚親自為她迴向。世事多變,這位女子後來做了皇后,就帶著許多宮女再回到這個寺院修大供養。方丈和尚沒有親自主持,只讓徒弟為她誦經迴向。她覺得很奇怪,問老和尚:「從前我很窮苦,布施兩文錢,你親自為我迴向;今天我帶這麼多財富來供養,你怎麼只讓你的徒弟來為我迴向?」老和尚說:「那時的兩文錢是妳全部的財產,妳是真誠心,我一定要替妳迴向;今天妳做了皇后,擁有億萬財富,你拿的這點錢是九牛一毛,我的徒弟給你迴向足夠了。

人沒有錢的時候不起貪心,財富愈多愈貪。做好事的都是沒錢的人,有錢人做好事,一定是對他有很大的好處,他才肯做。一般人雖然收入微薄,肯布施、肯做好事,那一點供養幾乎是他全部的財產。從中國來的同修,他們布施供養幾百塊錢,這幾百塊錢可能是他們一個月的工資,這個供養的福大。新加坡有很多一個月收入幾十萬的,卻一塊錢都不肯布施,縱然拿出十萬元做好事,也比不上中國同修供養幾百塊錢的功德。諸位要知道,決不是布施錢財多,功德就大;錢少,功德就小。經上講,什麼人真正做到圓滿功德?討飯的。他一無所有,今天人家給他兩文錢,他將這些錢全部拿去供養佛陀,那是他的全部財產,那是圓滿功德。

世法與佛法不一樣,所以不要認為我們很窮苦,不能修福,其實窮苦人修的福比億萬富翁大得多。富的人不是生生世世富有,窮的人也不會生生世世窮困。所以,老天很公平,有錢的人來生變窮人,窮人來生變成富人,風水輪流轉。這當中有大道理,這是真實智慧。(節錄自《華嚴經》12-17-0344